<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hairudin M.Zen</title>
	<atom:link href="http://hairudin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hairudin.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2008 23:56:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hairudin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hairudin M.Zen</title>
		<link>http://hairudin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hairudin.wordpress.com/osd.xml" title="Hairudin M.Zen" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hairudin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TIPS MENGURANGI PENGARUH TV BAGI ANAK</title>
		<link>http://hairudin.wordpress.com/2008/07/01/tips-mengurangi-pengaruh-tv-bagi-anak/</link>
		<comments>http://hairudin.wordpress.com/2008/07/01/tips-mengurangi-pengaruh-tv-bagi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 18:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hairudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hairudin.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang tua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang baik, patuh, sholeh dan sholehah nantinya. Untuk tercapainya harapan tersebut tentunya bukan merupakan suatu hal mudah namun perlu suatu usaha , keteladanan, ketelatenan, ilmu, perjuangan dan pengorbanan. Suatu hal yang ahir-ahir ini begitu besar membentuk kepribadian anak-anak kita adalah TV. Salah satu sifat anak adalah cendrung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=8&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Semua orang tua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang baik, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">patuh, sholeh dan sholehah nantinya. Untuk tercapainya harapan tersebut </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">tentunya bukan merupakan suatu hal mudah namun perlu suatu usaha , keteladanan, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">ketelatenan, ilmu, perjuangan dan pengorbanan.</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Suatu hal yang ahir-ahir ini begitu besar membentuk kepribadian </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">anak-anak kita adalah TV. Salah satu sifat anak adalah cendrung untuk mencotoh, meniru </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">apa yang dilihat, didengar dan diketahuinya. Mungkin kita pernah mendengar kehebohan beberapa waktu lalu dimana berapa </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">anak yang diberitakan mati karena di smack down oleh temannya </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">akibat meniru tayangan smack down tsb di salah satu stasiun televisi sehingga menimbulkan protes oleh banyak orang tua yang ahirnya tayangan tersebut di stop, begitu </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">juga dengan film atau program yang merusak moral dan aqidah anak2 kita. Banyak orang tua</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">baik tau atau tidak tau sengaja membiarkan anak-anaknya begitu saja menikmati </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">hari-harinya di didik oleh guru yang namanya Televisi sehingga apapun program Tv yang di totonnya akan membekas dan membentuk pola tingkah laku keseharian mereka,  Syukur-syukur</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">kalau program yang di tonton anak itu bagus tapi bagai mana </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">jika sebaliknya..??? tentu ini adalah boom waktu buat semua orang</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">tua nantinya. Jangan salahkan anak jika sekarang banyak anak yang susah diarahkan, memaki2 orang tua, pergaulan bebas, berpakaian yang hampir telanjang pamer pusat dan dada serta prestasi </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">disekolah yang anjlok dll karena terganggu konsentrasi belajar akibat kecanduan televisi, semua itu adalah karena apa yang</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">kita semai kepada  mereka ketika mereka kita biarkan didik oleh si kotak ajaib tsb. Masa kecil anak adalah kesempatan emas buat kita orang tua untuk membentuk dan mengarahkan mereka, jangan harap nunggu besar baru kita mau menasehati..susah dan sudah telanjur jadinya&#8230;.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> Seperti kata pepatah : membentu bambu dari rebun</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">gnya lebih gampang sesuai dengan yang kita mau tapi jika bambunya sudah jadi aur akan sulit dan bisa-bisa jadi patah.</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Berikut saya shering beberapa Tips yang mungkin bermanfaat buat</span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">mengurangi pengaruh TV bagi anak sbb:</span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>  </span></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">1. <strong>Be</strong></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><strong>rikan teladan</strong>. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Sikap orangtua akan ditiru anak. Sebaiknya orangtua lebih dulu menentukan </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">batasan bagi dirinya sendiri dulu sebelum membuat batasan bagi anaknya. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Misalnya, orangtua hanya menonton TV pada saat merasa lelah atau bosan pada </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">kegiatan lain. Dengan begitu, Anda tidak menjadikan menonton TV sebagai menu </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">utama setiap hari. Jangan hidupkan TV sepanjang waktu. Matikan TV ketika sedang </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">makan, berdoa bersama, bercengkerama, atau belajar. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">2. <strong>Hindari memanfaatkan TV sebagai babysitter</strong>. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Di tengah kesibukan kerja, para orangtua lebih merasa aman dan tenang jika anak </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">duduk manis di depan pesawat TV ketimbang main di luar. Tingginya angka </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">kejahatan dan semrawutnya lalu lintas sudah membuat orangtua mengkhawatirkan </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">keselamatan putra- putrinya. Untuk mengalihkan menonton TV, berikanlah </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">aktivitas positif bagi anak seperti ikut kursus, olahraga, berkebun, mewarnai, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">memancing, membantu memasak, dan sebagainya. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">3. <strong>Buat jadwal.</strong> </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Ajak anak bersama-sama membuat jadwal kegiatan anak pulang sekolah. Yang </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">penting beri porsi tidak lebih dari dua jam untuk menonton TV. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">4. <strong>Letakkan pesawat TV di tempat terbuka</strong>. </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Dengan begitu Anda bisa memantau acara apa yang sedang ditonton anak. Namun </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">begitu, usahakan juga letak pesawat TV tidak menjadikannya sebagai pusat </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">aktivitas keluarga. Jangan menempatkan TV di kamar anak (kalau radio boleh). </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">5. <strong>Pakailah TV untuk mendidik</strong>. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Ada beberapa acara TV yang bagus ditonton bersama seperti program dokumentasi, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">edutainment (tayangan edukatif yang menghibur seperti discovery), kuis, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">olahraga, konser musik klasik, talk show, (lihat dahulu &#8220;Acara TV&#8221; yang layak </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">ditonton &#8212; biasanya terdapat di koran). </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">6. <strong>Diskusikan adegan anti sosial di TV</strong>. </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Ajaklah anak membahas: Apakah kata-kata kasar yang diucapkan patut ditiru? </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Apakah perilaku kekerasan itu layak dicontoh? Apakah setiap masalah harus </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">diselesaikan dengan berkelahi? Diskusikan dan bandingkan nilai-nilai yang ada </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">dalam TV dengan nilai kristiani. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">7. <strong>Terangkan antara fakta dan fiksi</strong>. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Anak masih kesulitan membedakan antara fiksi dan fakta. Tokoh drakula yang Anda </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">anggap biasa saja, bisa membuat anak ketakutan dan susah tidur. Terangkan </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">proses pembuatan film/sinetron laga dan misteri, termasuk trik-trik </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">pembuatannya. Apakah darah yang muncrat itu sungguhan? Mengapa jagoannya bisa </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">terbang? Jelaskan bahwa untuk adegan yang berbahaya dilakukan pemeran pengganti </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">yang terlatih. Ada teknik tertentu untuk memuat pemainnya bisa mengecil, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">menghilang dan menembus tembok. Jelaskan juga tali (sling) yang dipakai untuk </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">membuat pemainnya bisa melayang. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">8. <strong>Diskusikan tayangan iklan</strong>. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> </span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Mengapa ada iklan di TV? </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Apa tujuan iklan? Mengapa iklan selalu tampak menarik? </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Apakah iklan pernah menunjukkan kekurangan barang yang diiklankan? Apakah iklan </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">yang bagus berarti barang yang diiklankan pasti bagus? Tunjukkan barang-barang </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">yang paling sering diiklankan di TV. Ajak anak membandingkan: lebih bagus mana </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">penampilan sebenarnya dengan yang di TV? </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">9. <strong>Rumuskan bersama aturan menonton TV</strong>. </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Aturan ini berlaku untuk semua anggota keluarga, juga pembantu, babysitter, </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">famili, teman, tamu atau tetangga yang nebeng menonton. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">10. <strong>Tolaklah semua media yang mengandung kekerasan</strong>. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> <span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Bukan hanya TV, PlayStation pun mengandung banyak adegan kekerasan. Buatlah </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">kesepakatan bahwa tidak ada tempat dalam keluarga bagi media yang mengandung </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">kekerasan. Entah itu berupa TV, VCD/CD, PlayStation, Video Games, radio, kaset </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">atau bacaan. </span></span></span></div>
<div><span style="font-size:11pt;"></span></div>
<p><span style="font-size:11pt;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> Semoga Allah Rob penguasa seluruh jagat memberikan kekuatan &amp; petunjuk kepada kita untuk bisa mengarahkan anak2 kita menjadi anak &#8211; anak yang sholeh dan sholehah dimana sebagai investasi masa depan kita di aherat nantinya&#8230;amiiin&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Dikutip dari salah satu Judul Buku/Buletin : e-BinaAnak (Edisi 109)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">Salam Jihad: Hairudin dari Anjungan Lepas Pantai</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hairudin.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hairudin.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hairudin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hairudin.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=8&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hairudin.wordpress.com/2008/07/01/tips-mengurangi-pengaruh-tv-bagi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a31ecdd6f668e790f2afafefe8b477?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hairudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kondisi Indonesia Hari Ini</title>
		<link>http://hairudin.wordpress.com/2008/07/01/kondisi-indonesia-hari-ini/</link>
		<comments>http://hairudin.wordpress.com/2008/07/01/kondisi-indonesia-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 18:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hairudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Do'a dan Zikir]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ghazwul Fikri]]></category>
		<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hairudin.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah peradaban bangsa, Indonesia pernah menjadi sebuah negara yang besar. pernah menguasai hampir  seluruh asia tenggara dan selatan China dengan kerajaan Sri Wijaya dan Mojopahitnya. Dari awal kemerdekaan hingga  tahun2 awal sebelum kerisis moneter 1998 M kita juga pernah menjadi sebuah negara yang sangat disegani diantara negara2 serumpun dan tetangga sekitar begitu juga di percaturan dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=7&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:7.5pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Dalam sejarah peradaban bangsa, Indonesia pernah menjadi sebuah negara yang besar. pernah menguasai hampir  seluruh asia tenggara dan selatan China dengan kerajaan Sri Wijaya dan Mojopahitnya. Dari awal kemerdekaan hingga  tahun2 awal sebelum kerisis moneter 1998 M kita juga pernah menjadi sebuah negara yang sangat disegani diantara negara2 serumpun dan tetangga sekitar begitu juga di percaturan dunia International. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Dengan modal luas wilayah, banyaknya pulau2 yang terdiri dari lautan berikut sumber daya alam yang terkandung di dalamnya berpotensi untuk bisa memakmurkan rakyatnya. Aneka tambang dengan Cadangan Minyak dan Gas di terbesar dunia di laut Natuna dan berbagai daerah lainnya, dengan gunung emas yang ada di Irian Jaya, Batu bara di Kalimantan dan Sumatra dan hasil laut dengan berbagai macamnya adalah suatu anugrah yang sangat besar dari Allah SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Namun sayang-disayangkan semua itu telah di rampas oleh segelintir orang-orang kapitalis yang hanya mementingkan diri sendiri, Keluarga dan Kelompoknya saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Kemeralatan dan kemiskinan terus menjadi topic pagi di Berita Nasional kita. Kerendahan moral rakyat -penguasa dan lebih parah lagi di acara-acara siaran TV yang tidak sama sekali mendidik rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Acara-acara TV nasional kita benar-benar sudah mencapai titik terendah NOL tidak ada nilai-nilai luhur tertanam di dalamnya.  Acara siraman ruhani bagi rakyat yang biasa nya jam 5 pagi sudah menghilang bergeser ke jam 4 pagi..(siapa yang akan menonton? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Padahal siraman ruhani bagi rakyat ini sangat di perlukan untuk meredam gejolak hati, mengisi kekosongan dan kegersangan jiwa, mendinginkan suasana dengan sentuhan-sentuhan Sabda Rasul dan kalam illahi. Namun di sayangkan semua itu sudah bergeser kearah yang memang di kehendaki sang Penguasa Kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Salah seorang penulis buku terlaris Dunia </span><span style="font-size:7.5pt;color:#333333;font-family:Verdana;">Stephen R Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective Families (1999) bahwa kebanyakan keluarga akan mengalami kesulitan ketika harus memilah dan memilih siaran TV yang cocok, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan remaja. Memilih acara TV yang cocok, sama halnya dengan memilih salad yang bercampur-aduk dari tumpukan sampah. Mungkin ada sedikit salad yang enak di sana, tetapi cukup sulit memisahkan sampahnya, kotorannya dan lalat-lalatnya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Mari kita bangkit, kita matikan TV kita yang rendahan itu, Kita ganti dengan siaran yang lebih baik dan bermoral tinggi, VCD atau program yang lebih mendidik sehingga Anak-anak kita menjadi generasi  tangguh dalam memimpin bangsa ini kedepannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">INDONESIA MAYORITAS MUSLIM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Seluruh dunia tahu Umat Islam terbesar di Dunia adalah Indonsia, Semua Negara Kapitalis berkeinginan menjajah negeri ini dengan cara-cara modern. Di mulai dari di beri nya kita modal Utang untuk membangun negeri yang nanti nya Modal itu di korupsi oleh pejabat Negara dan Oleh pihak asing sendiri.  Sampai kapan …kita begini terus..?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Kemaksiatan di badan legislative dan Judikative negeri ini dan rakyatnya hampir sampai ke langit yang ke-7. Cuma ada satu cara yang akan meluruskannya. Mungkinkah Hukuman/Ujian Allah akan mampir ke Ibukota Jakarta Raya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Padahal Negri-negeri lain sudah di percontohkan seperti di Aceh- Tsunami nya, di Yogya-Gempa nya. Mari kita sama-sama menunggu kapan Allah Akan membinasakan Kita semua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ketahuilah kehancuran moral ini bukan salah Umat Islam, bukan salah para Da’i. Semua ulama di kalangan Islam telah berusaha memberikan masukan-masukan ke Rakyat untuk menjadi Islam yang syamil yang kafah, Yang berakhlak mulia dan Agung. Lagi-lagi Media TV kita selalu menginformasikan Islam dengan citra Negatif nya. Dengan kebencian yang sampai puncaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ya begitulah Indonesia kurang hebat, masih harus banyak belajar dari buku-buku bermutu literatur Islamy. Para Wartawan kita masih lemah dalam pemahaman Islam, Belajarlah temukanlah titik perbedaan nya dengan Agama lain..sialakan. Islam terbuka untuk di pelajari…carilah beberapa teman berdiskusi. Pelajari lah Islam dengan para Ulama yang ahli di bidangnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ulama yang baik adalah shalat tepat waktu Dan ada sifat-sifat lain yang luhur yang harus sesuai dengan tututunan Nabi Muhammad saw. Baru lah kita belajar Islam dari sana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Kami telah meminta pada para penguasa untuk menjalankan Syariat Islam dengan baik bagi pemeluk nya. Namun karena mereka takut akan kena hukuman maka usulan itu di tolak mentah-mentah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Jadi Jangan salahkan Ulama Islam, Uruslah Negara mu ini sendiri, karena kamu lah yang memberikan pelajaran-pelajaran perusak moral pada rakyat sedikit demi sedikit lewat TV.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Entah lah bagaimana cara nya untuk meluruskan pada orang-orang kapitalis penimbun harta Negara untuk diri nya sendiri dan Keluarga nya. </span><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Sedangkan rakyat yang lain pada bunuh diri karena kurang makan. Namun mereka tetap tuli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Umar bin Khatab r.a setelah menjabat menjadi Amirul Mukmin Berkata “ Jika Rakyat ku kenyang biarlah aku yang terakhir mendapat kekenyangannya itu dan Jika rakyat ku lapar biarlah aku yang pertama merasakan kelaparan  itu” dan itu di buktikannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Umar bin Khatab r.a pernah juga berpidato di pertama kali nya ketika di lantik menjadi Khalifah ke-2 “ di antara anda semua yang hadir disini siapa yang akan meluruskan aku jika aku menyimpang”….di antara kerumunan orang-orang itu ada anak muda berbicara lantang “Aku yang akan meluruskan kamu wahai Amirul mukminin dengan Pedang ini… “jika kamu menyimpang” Umar tersenyum dan mengucapkan Alhamdulillah masih ada orang  yang akan mengoreksi jika menyimpang dari kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Umar RA tidak marah dan tidak memenjarakan anak muda tersebut. Bagaimana dengan Indonseia?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Coba Bagaimana dengan Indonesia? Presiden , Gubenur, Bupati, Camat, Lurah, Pak RT????</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Anda-anda semua sudah di pilih oleh rakyat, Ikuti kata hati yang paling dalam kalian, Insya Allah tidak akan pernah berdusta,  </span><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Jangan Korupsi …</span><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Jangan Kolusi, Jangan Nepotisme….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Jabatan adalah amanah, dan janji-janji harus ditepati. Seoarang yang meninggal tapi dianya dalam keadaan menghianati rakyatnya kata nabi jangankan masuk mencium baunya surga walaupun surga saja tidak dapat  walupun surga itu sudah tercium dari jarak yang sangat jauh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ingat AZAB Allah akan dating pada ANDA dan kita semua. Kapan dan dimana saja…Menyesal kemudian tiada guna…</span></p>
<p>Salah seorang Hamba Allah yang daif</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hairudin.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hairudin.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hairudin.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hairudin.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=7&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hairudin.wordpress.com/2008/07/01/kondisi-indonesia-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a31ecdd6f668e790f2afafefe8b477?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hairudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Secercah Kasih yang Terpendam</title>
		<link>http://hairudin.wordpress.com/2008/06/21/secercah-kasih-yang-terpendam/</link>
		<comments>http://hairudin.wordpress.com/2008/06/21/secercah-kasih-yang-terpendam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 07:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hairudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hairudin.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku terkasih di jalan Allah &#8230; Manusia memang boleh berharap dan berencana tentang apa saja. Tetapi Allah jualah yang menentukan hasil akhirnya. Ini berlaku bagi siapa saja. Betapa pada seluruh harapan yang kita usahakan, harus ada ruang yang kita sediakan untuk Allah. Sebuah ruang gelap berupa kehendak Allah, yang berada di luar kuasa kita. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=4&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Saudaraku terkasih di jalan Allah &#8230;</p>
<div class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Manusia memang boleh berharap dan berencana tentang apa saja. Tetapi Allah jualah yang menentukan hasil akhirnya. Ini berlaku bagi siapa saja. Betapa pada seluruh harapan yang kita usahakan, harus ada ruang yang kita sediakan untuk Allah. Sebuah ruang gelap berupa kehendak Allah, yang berada di luar kuasa kita. Di ruang ini, kita hanya bisa menyikapi dengan cara berdo’a, berharap dan bertawakal kepada-Nya. Di ruang ini pula, setiap orang harus menutup semua gelora optimisnya pada setiap ikhtiar yang dilakukan dengan kata <em>&#8220;semoga&#8221; </em>atau <em>&#8220;mudah-mudahan&#8221;</em>. Persis seperti seorang ibu yang melepas anaknya ke ruang ujian. Ia tahu anaknya sudah rajin belajar. Tetapi ia harus tetap mengatakan,&#8221;Mudah-mudahan engkau berhasil, Nak!&#8221;</span></span></span></div>
<p></span></span></span></div>
<p><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span><font size="2"><font face="Arial"><span><font size="2"><font face="Arial"></p>
<div><span><span style="font-size:x-small;"> </span></span></div>
<p></font></font></span></font></font></span></span><span><font size="2"><font face="Arial"><span><font size="2"> </p>
<p></font></span></font></font></span></span> </p>
<p></span></span><span><font size="2"> </p>
<p></font></span></span></p>
<div></div>
<p></span> <span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Ya … seorang mukmin yang meyakini Allah sebagai Tuhannya, juga harus meyakini bahwa Dia pula yang menentukan usia, rezeki, jodoh dan segala ketetapan lain atas dirinya, termasuk datangnya musibah atau kekecewaan. </span><span lang="PT-BR">Di sini kita harus belajar bahwa sebagai manusia kita bukan segala-galanya. Bahkan dengan teknologi canggih yang terus berkembang sekalipun tetap ada titik lemahnya. Subhaanallah …</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Saudaraku,</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Orang bijak berkata bahwa hidup adalah rangkaian ikhtiar demi ikhtiar yang tak selalu berujung dengan kesenangan atau keberhasilan. Karena perjalanan hidup memang tidak selalu mulus, sesuai dengan harapan kita. Hidup itu sendiri merupakan perpindahan dari satu masalah ke masalah lain. Dunia dengan segala godaannya yang memikat hati adalah tempat masalah, tempat iman kita diuji dengan derita atau bahagia, dengan kebaikan atau keburukan, hingga Allah mengetahui siapa yang benar-benar berjihad dan bersabar di jalan-Nya (QS. 47: 31) serta siapa yang terbaik amalnya (QS. 67: 2). Allah pun telah berfirman: &#8220;<em>Apakah kamu mengira akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.&#8221; </em>(QS. 2: 214)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Yang harus kita yakini adalah Allah tak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupannya (QS. 2: 286). Rasulullah saw. pun bersabda: &#8220;<em>Seseorang diberi cobaan menurut kadar kekuatan dien yang dimilikinya. </em></span><em><span>Semakin kuat diennya semakin kuat pula cobaannya dan bila diennya melemah, melemah pula cobaannya. Ujian berjalan seiring dengan kadar diennya.&#8221; </span></em><span>(HR. Bukhari, Ahmad dan Turmudzi)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Saudaraku, </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Sebagai manusia biasa, mungkin kita pernah mengalami saat-saat &#8220;koma&#8221; dalam kehidupan. Saat kita merasa tak kuat lagi menahan beban masalah. Bara semangat di hati kita hampir padam. Kita merasa lemah, lunglai dan lelah menyusuri liku-liku kehidupan yang seolah tak berujung, tanpa ada kepastian. Kita berada di titik kritis dan berharap seseorang akan menarik kita dari keterpurukan. Tetapi … hanya kekecewaan yang kita telan untuk kesekian kalinya. Kita tetap &#8220;sendiri&#8221; menggapai-gapai &#8220;kesepian&#8221; di tengah keramaian. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Namun di balik puncak kegentingan, di kala kita merasa sangat tak berdaya dihempas &#8220;topan&#8221;, biasanya kepasrahan total atau ketergantungan tulus lahir dan diberikan hanya kepada Allah. </span><span lang="PT-BR">Pada saat itu pula kita benar-benar merasakan cinta sejati, yakni satu cinta kasih murni yang berasal dari Allah, Penguasa langit, bumi beserta segala isinya. Subhaanallah …</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Ibnul Qayyim mengistilahkan keadaan ini dengan <em>kasih sayang batin</em>, yang diberikan kepada hamba-Nya yang melakukan ketaatan. </span><span>Kasih sayang batin adalah sentuhan perasaan dalam hati seseorang yang mendapat musibah, berupa ketenangan dan ketentraman. Tidak resah dan tidak khawatir. Kata Ibnul Qayyim: &#8220;<em>Seorang hamba justru bisa menjadi sangat sibuk</em> merasakan <em>kasih sayang-Nya, saat ia menghadapi penderitaan yang berat. Dia berpikir seperti itu karena yakin bahwa itu adalah pilihan terbaik yang ditetapkan Allah kepadanya.&#8221;</em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Intinya: dengan selalu <em>husnudhan </em>(berprasangka baik) kepada Allah, maka batin kita tetap dapat tersenyum bahagia merasakan limpahan cinta kasih-Nya, walau realita tampak suram dan tak berpihak kepada kita.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Saudaraku,</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Ibnu ‘Athailah memberi pengarahan: &#8220;<em>Tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dalam ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya.</em>&#8220;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Pertolongan Allah itu pasti adanya, Saudaraku! Sebagaimana firman-Nya: &#8220;<em>Adalah hak bagi Kami menolong orang-orang yang beriman.</em>&#8221; (QS. Ar-Ruum:47). Allah pun berjanji untuk mengabulkan do’a setiap muslim, selama tidak mengandung dosa dan memutuskan shilaturrahim. </span><span lang="PT-BR">Masalahnya hanya terletak pada proses waktu serta bentuk pertolongan itu. Ada yang sifatnya &#8220;<em>cash</em>&#8221; (segera dikabulkan sesuai harapan kita), ada yang &#8220;<em>delay</em>&#8221; (ditunda dan diganti dalam bentuk lain), atau &#8220;<em>deposit</em>&#8220;’ (menjadi simpanan di akhirat).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Saudaraku,</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Kehidupan dunia dengan segala konsekuensinya hanyalah sesuatu yang semu dan belum final. Kesejatian dalam kehidupan hanya dapat dirasakan di akhirat nanti. Di akhiratlah setiap orang akan mendapat balasan yang seadil-adilnya atas segala perbuatannya di dunia dan akan terbukti dengan jelas siapa orang-orang yang mempunyai posisi mulia atau hina-dina di hadapan Allah, <em>Al-Aziizul Hakim</em>. Kesadaran ini akan membuat kita dapat menyikapi realitas kehidupan dunia secara wajar dan proporsional. Tak lupa daratan jika harapan menjadi nyata, juga tidak terlalu berduka atau putus asa bila keinginan tak terwujud. Kita pun dapat tetap tersenyum tulus dalam menjalani hari-hari yang kadang sepahit empedu di bumi Allah yang fana ini. Sebagaimana sabda Rasulullah: &#8220;<em>Barang siapa yang selalu memikirkan akhiratnya, maka Allah akan menjadikan hatinya kaya.</em>&#8221; (HR. Turmudzi)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Saudaraku,</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Perjalanan hidup di dunia hanyalah sebentar. Tidak akan lama … Semoga kita bisa bertahan, Saudaraku! </span><span>Bertahan … dan bertahan dalam keimanan hingga selamat di penghujung usia dengan <em>husnul khatimah. </em>Semoga Allah senantiasa mengampuni dan merahmati kita <em>fied dunya wal akhirat</em>. Aamien. Allahumma Aamien.<em> </em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Persaudaraan sejati adalah persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati atas dasar ketaqwaan.&#8221; </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Ya Allah… Karuniakan kepada kami keberanian serta kemampuan untuk mengubah apa yang bisa diubah, ketabahan dalam menerima apa yang tidak bisa diubah dan kebijakan untuk membedakan keduanya.&#8221; </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Ya Allah… Karuniakan kepada kami ketenangan jiwa, yaqin akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridla dengan segala ketentuan-Mu.&#8221;<strong><em></em></strong></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Do’a Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassalaam di kutip dari berbagai sumber)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hairudin.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hairudin.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hairudin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hairudin.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=4&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hairudin.wordpress.com/2008/06/21/secercah-kasih-yang-terpendam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a31ecdd6f668e790f2afafefe8b477?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hairudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30 Perkara yang Dapat Melembutkan Hati</title>
		<link>http://hairudin.wordpress.com/2008/06/21/30-perkara-yang-dapat-melembutkan-hati/</link>
		<comments>http://hairudin.wordpress.com/2008/06/21/30-perkara-yang-dapat-melembutkan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 03:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hairudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hairudin.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Muslimin &#38; Muslimah Rohimakumulloh, dalam hidup kita sering berdo&#8217;a dengan do&#8217;a sbb: “Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam dien-Mu”.   Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=3&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Kaum Muslimin &amp; Muslimah Rohimakumulloh, dalam hidup kita sering berdo&#8217;a dengan do&#8217;a sbb: <em>“Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam dien-Mu”. </em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;margin:0;"><em><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"> </span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan “makanan-makanan” hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati&#8230; Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat berbagai macam persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Untuk itu, beberapa nashehat berikut patut kita renungi dalam upaya melembutkan hati. Kita hendaknya senantiasa: </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;margin:0;"><span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"> </span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.</span><span lang="PT-BR"> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaithan.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang kita lakukan.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.</span><span lang="PT-BR"> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Ma’rifah kita terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.</span><span lang="PT-BR"> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta kepada Allah SWT. </span><span lang="PT-BR">Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.</span><span lang="PT-BR"> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, karena terkadang riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang sholeh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. </span><span>Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Ketahuilah bahwa amal sholeh dengan sedikit dosa jauh lebih disukai Allah daripada amal sholeh yang banyak tetapi dengan dosa yang banyak pula.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sehat.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahwa kita yang sedang diusung.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Lihatlah dunia dengan pandangan I’tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.</span><span> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. </span><span lang="PT-BR">Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahannam?</span><span lang="PT-BR"> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="PT-BR">Di antara akhlak wanita mu’minah adalah menasihati sesama mu’minah.</span><span lang="PT-BR"> </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakana kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal sholeh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”</span></span></span></li>
</ol>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(sumber : 500 Nashihat untuk Muslimah)</span></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hairudin.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hairudin.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hairudin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hairudin.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hairudin.wordpress.com&amp;blog=4032538&amp;post=3&amp;subd=hairudin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hairudin.wordpress.com/2008/06/21/30-perkara-yang-dapat-melembutkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a31ecdd6f668e790f2afafefe8b477?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hairudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
