Hairudin M.Zen


TIPS MENGURANGI PENGARUH TV BAGI ANAK
Juli 1, 2008, 6:39 pm
Diarsipkan di bawah: Rumah Tangga, Umum
Semua orang tua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang baik, patuh, sholeh dan sholehah nantinya. Untuk tercapainya harapan tersebut tentunya bukan merupakan suatu hal mudah namun perlu suatu usaha , keteladanan, ketelatenan, ilmu, perjuangan dan pengorbanan. Suatu hal yang ahir-ahir ini begitu besar membentuk kepribadian anak-anak kita adalah TV. Salah satu sifat anak adalah cendrung untuk mencotoh, meniru apa yang dilihat, didengar dan diketahuinya. Mungkin kita pernah mendengar kehebohan beberapa waktu lalu dimana berapa anak yang diberitakan mati karena di smack down oleh temannya akibat meniru tayangan smack down tsb di salah satu stasiun televisi sehingga menimbulkan protes oleh banyak orang tua yang ahirnya tayangan tersebut di stop, begitu juga dengan film atau program yang merusak moral dan aqidah anak2 kita. Banyak orang tua baik tau atau tidak tau sengaja membiarkan anak-anaknya begitu saja menikmati hari-harinya di didik oleh guru yang namanya Televisi sehingga apapun program Tv yang di totonnya akan membekas dan membentuk pola tingkah laku keseharian mereka,  Syukur-syukur kalau program yang di tonton anak itu bagus tapi bagai mana jika sebaliknya..??? tentu ini adalah boom waktu buat semua orang tua nantinya. Jangan salahkan anak jika sekarang banyak anak yang susah diarahkan, memaki2 orang tua, pergaulan bebas, berpakaian yang hampir telanjang pamer pusat dan dada serta prestasi disekolah yang anjlok dll karena terganggu konsentrasi belajar akibat kecanduan televisi, semua itu adalah karena apa yang kita semai kepada  mereka ketika mereka kita biarkan didik oleh si kotak ajaib tsb. Masa kecil anak adalah kesempatan emas buat kita orang tua untuk membentuk dan mengarahkan mereka, jangan harap nunggu besar baru kita mau menasehati..susah dan sudah telanjur jadinya…. Seperti kata pepatah : membentu bambu dari rebungnya lebih gampang sesuai dengan yang kita mau tapi jika bambunya sudah jadi aur akan sulit dan bisa-bisa jadi patah.   Berikut saya shering beberapa Tips yang mungkin bermanfaat buat mengurangi pengaruh TV bagi anak sbb: 
  1. Berikan teladan 
Sikap orangtua akan ditiru anak. Sebaiknya orangtua lebih dulu menentukan batasan bagi dirinya sendiri dulu sebelum membuat batasan bagi anaknya. Misalnya, orangtua hanya menonton TV pada saat merasa lelah atau bosan pada kegiatan lain. Dengan begitu, Anda tidak menjadikan menonton TV sebagai menu utama setiap hari. Jangan hidupkan TV sepanjang waktu. Matikan TV ketika sedang makan, berdoa bersama, bercengkerama, atau belajar.  
 2. Hindari memanfaatkan TV sebagai babysitter 
 Di tengah kesibukan kerja, para orangtua lebih merasa aman dan tenang jika anak duduk manis di depan pesawat TV ketimbang main di luar. Tingginya angka kejahatan dan semrawutnya lalu lintas sudah membuat orangtua mengkhawatirkan keselamatan putra- putrinya. Untuk mengalihkan menonton TV, berikanlah aktivitas positif bagi anak seperti ikut kursus, olahraga, berkebun, mewarnai, memancing, membantu memasak, dan sebagainya.  
 3. Buat jadwal.  
Ajak anak bersama-sama membuat jadwal kegiatan anak pulang sekolah. Yang penting beri porsi tidak lebih dari dua jam untuk menonton TV.  
4. Letakkan pesawat TV di tempat terbuka
  Dengan begitu Anda bisa memantau acara apa yang sedang ditonton anak. Namun begitu, usahakan juga letak pesawat TV tidak menjadikannya sebagai pusat aktivitas keluarga. Jangan menempatkan TV di kamar anak (kalau radio boleh).  
5. Pakailah TV untuk mendidik 
 Ada beberapa acara TV yang bagus ditonton bersama seperti program dokumentasi, edutainment (tayangan edukatif yang menghibur seperti discovery), kuis, olahraga, konser musik klasik, talk show, (lihat dahulu “Acara TV” yang layak ditonton — biasanya terdapat di koran). 
  6. Diskusikan adegan anti sosial di TV
  Ajaklah anak membahas: Apakah kata-kata kasar yang diucapkan patut ditiru? Apakah perilaku kekerasan itu layak dicontoh? Apakah setiap masalah harus diselesaikan dengan berkelahi? Diskusikan dan bandingkan nilai-nilai yang ada dalam TV dengan nilai kristiani.  
 7. Terangkan antara fakta dan fiksi 
Anak masih kesulitan membedakan antara fiksi dan fakta. Tokoh drakula yang Anda anggap biasa saja, bisa membuat anak ketakutan dan susah tidur. Terangkan proses pembuatan film/sinetron laga dan misteri, termasuk trik-trik pembuatannya. Apakah darah yang muncrat itu sungguhan? Mengapa jagoannya bisa terbang? Jelaskan bahwa untuk adegan yang berbahaya dilakukan pemeran pengganti yang terlatih. Ada teknik tertentu untuk memuat pemainnya bisa mengecil, menghilang dan menembus tembok. Jelaskan juga tali (sling) yang dipakai untuk membuat pemainnya bisa melayang.  
 8. Diskusikan tayangan iklan 
Mengapa ada iklan di TV? Apa tujuan iklan? Mengapa iklan selalu tampak menarik? Apakah iklan pernah menunjukkan kekurangan barang yang diiklankan? Apakah iklan yang bagus berarti barang yang diiklankan pasti bagus? Tunjukkan barang-barang yang paling sering diiklankan di TV. Ajak anak membandingkan: lebih bagus mana penampilan sebenarnya dengan yang di TV?  
 9. Rumuskan bersama aturan menonton TV
  Aturan ini berlaku untuk semua anggota keluarga, juga pembantu, babysitter, famili, teman, tamu atau tetangga yang nebeng menonton.  
 10. Tolaklah semua media yang mengandung kekerasan 
 Bukan hanya TV, PlayStation pun mengandung banyak adegan kekerasan. Buatlah kesepakatan bahwa tidak ada tempat dalam keluarga bagi media yang mengandung kekerasan. Entah itu berupa TV, VCD/CD, PlayStation, Video Games, radio, kaset atau bacaan.

 Semoga Allah Rob penguasa seluruh jagat memberikan kekuatan & petunjuk kepada kita untuk bisa mengarahkan anak2 kita menjadi anak – anak yang sholeh dan sholehah dimana sebagai investasi masa depan kita di aherat nantinya…amiiin….

Dikutip dari salah satu Judul Buku/Buletin : e-BinaAnak (Edisi 109)

Salam Jihad: Hairudin dari Anjungan Lepas Pantai

 

 

 


No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>